×
Blog Image
14 January 2026 No Comments 56 2 min read

Para Siswa Menemukan Jejak Masa Lalu

Museum Manusia Purba Klaster Ngebung dikunjungi rombongan siswa SMA N 1 Jetis, Bantul pada hari Selasa, 13 Januari 2026 dengan 287 siswa dan pendamping. Museum ini mengangkat tema “Penelitian Awal di Situs Sangiran” mengisahkan tentang penelitian diawal yang dilakukan von Koenigswald. Berbekal peta L.J.C van Es dan minat menemukan manusia purba, pada tahun 1934, Koenigswald melakukan survei permukaan di daerah Ngebung. Ditempat ini, ia menemukan jejak keberadaan manusia purba pertama dari Sangiran yang kelak dinamainya Sangiran Flakes Industry (Industri Serpih Sangiran).
Diawal kunjungan rombongan diajak menyaksikan bukti-bukti kebesaran Situs Sangiran yang menarik minat para peneliti untuk melakukan penelitian. Perjalanan manusia purba berjenis Homo erectus dan budaya yang diciptakan, hewan purba, dan lapisan tanah di Sangiran dipaparkan melalui koleksi dan penjelasan edukator. Hal ini merupakan keistimewaan yang dimiliki situs ini sehingga pada tahun 1996 diakui sebagai Warisan Budaya Dunia oleh Unesco.  
Pada bagian awal ini, muncul berbagai pertanyaan yang diajukan siswa dan pendamping, beberapa pertanyaan itu seperti:
“Bagaimana menentukan itu fosil apa?”
“Apa beda fosil dengan tulang biasa?”
“Alat serpih ukurannya sekecil ini?”
“Apa yang dilakukan saat meneliti?”
“Mengapa ada alat untuk mengayak?”
Salah satu display yang menarik perhatian rombongan adalah display artefak yang memamerkan bola batu, alat serpih, dan kapak. Para siswa diajak mengingat kembali pelajaran Sejarah di kelas terkait dengan artefak yang mereka saksikan. Berbagai lontaran komentar siswa seperti:
“Ternyata seperti itu alat serpih”
“Alat serpih sekecil itu ya”
“Ya saya ingat, ini Pelajaran Sejarah waktu di SMP”
Komentar tersebut kemudian ditambah penjelasan tentang kisah Koenigswald saat pertama kali melakukan survei di Ngebung pada tahun 1934. Pada awalnya Koenigswald mengimpikan menemukan manusia purba tapi saat itu baru menemukan artefak yang merupakan budaya manusia purba. Temuan ini kemudian dipublikasikan yang mencuatkan Situs Sangiran di mata dunia. Dengan temuan ini Koenigswald meyakini bahwa, “Ini adalah alat serpih budaya manusia purba. Di sini suatu saat nanti akan ditemukan fosil manusia purba, pemillk alat alat serpih ini!”. Pernyataannya terbukti beberapa tahun kemudian. (Wiwit Hermanto)
0 Comments